Siapa saja negara investor ibu kota nusantara

Republik Indonesia saat ini sedang membangun dan merencanakan untuk pemindahan Ibukota Negara di Kalimantan Timur. Hal ini bukan tanpa dasar, karena melihat kondisi DKI Jakarta yang terlalu padat dan perluasan yang minim membuat Pemerintah Indonesia memutuskan untuk pindah dan membuat ibukota baru yang diberi nama Nusantara. 

Proses pemindahan tersebut memang tidak murah, sehingga butuh dana yang besar dan investasi dari negara lain untuk mendukungnya. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Indonesia telah mengajak beberapa negara untuk menanamkan modalnya di IKN tersebut. Lantas, negara mana saja yang menjadi investor Ibukota Negara Nusantara? Mari kita bahas

Daftar Negara Investasi IKN

  •  Uni Emirat Arab 

Daftar negara yang menjadi investor untuk pembangunan IKN adalah Uni Emirat Arab (UAE). negara timur tengah ini memiliki ketertarikan untuk membangun dan memberikan nilai investasi ke Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi. 

Adapun nominal aset yang digelontorkan pun tidak sedikit mencapai US$ 20 miliar yang masuk melalui Indonesia Investment Fund. Tentu, investasi tersebut membuat Indonesia akan lebih yakin untuk melanjutkan pembangunan ibukota negara dan pindah dari DKI Jakarta ke Kalimantan TImur. 

  • Arab Saudi

Bukan hanya Uni Emirat Arab (UEA) yang tertarik untuk melakukan investasi kepada IKN tersebut. Dalam tahap ini, untuk pembangunannya sendiri Arab Saudi memberikan nilai investasi pada bidang industri, khususnya untuk memasok minyak terhadap pembangunan Ibukota Negara Nusantara tersebut. 

Ada beberapa tindakan yang dilakukan dalam proses pembangunannya itu mulai dari industri petrokimia Indonesia dan bidang lingkungan hidup. Namun, apabila melihat dari perjalanan nilai investasi di Indonesia, Arab Saudi masih termasuk rendah dan nominalnya tidak begitu besar dibandingkan negara lainnya. 

Untuk pembangunan IKN ini, Pemerintah Indonesia memang membuka pintu yang luas untuk mendapatkan sumber pemasukan tambahan. Dengan demikian, adanya negara yang tertarik untuk melakukan investasi, Indonesia akan siap menampung terlebih dahulu dan memulai kesepakatan yang saling menguntungkan. 

  • Eropa dan Asia Timur 

Bukan hanya dari timur tengah saja yang melakukan investasi di IKN. tapi, negara-negara yang berada di Eropa dan Asia Timur juga tertarik untuk menanamkan modalnya pada pembangunan tersebut. Dalam tahap ini, belum ada perkembangan yang signifikan mengenai nilai investasi dari negara yang disebutkan itu. 

Namun, pada tahap ini hanya Arab Saudi dan UEA yang telah menggolontorkan dananya untuk pembangunan IKN tersebut. 

Siapa saja negara investor ibu kota nusantara

Fakta Pembangunan IKN

 

  • Investor Mengalami Peningkatan 

Sebelumnya ada beberapa investor IKN yang mundur terkait pembangunan tersebut. Namun, melalui Menteri Kemaritiman dan Investasi menyatakan apabila pembangunan IKN mendapatkan proyek investasi yang besar dari beberapa negara lainnya. Hal ini menjadi peluang baru terkait pembangunan tersebut. 

  • Softbank Mundur dari Investasi IKN

Sebelumnya Softbank termasuk dalam daftar negara yang menyatakan untuk melakukan nilai investasi di IKN tersebut. Tapi, beberapa waktu belakangan Softbank menyatakan mundur dari investor IKN. Mundurnya Softbank terhadap investasi di IKN menyatakan apabila proyek pembangunan ibukota negara baru tidak ada masalah. 

Hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan modal internal yang ada pada Softbank tidak mencukupi untuk melakukan permodalan investasi tersebut. Namun, tindakan itu bukan bentuk permasalahan, karena belum ada kesepakatan secara tertulis hanya ketertarikan pada pembangunan ibukota negara baru itu saja. 

  • Terbuka Menerima Investasi Dari Mana saja

Sebenarnya, Pemerintah Indonesia terbuka untuk menerima nilai investasi dari mana saja dan tidak ada pembatasan. Namun, dalam pelaksanaanya nanti harus mempertimbangkan dan penyeleksian yang ketat, sementara ini masih menerima dan membuka terlebih dahulu, nantinya akan ada penyaringan kembali. 

Meskipun terbuka untuk negara mana saja dan sektor manapun, tapi Pemerintah Indonesia tidak ingin proyek IKN akan mengendalikan, karena proyek ini untuk pembangunan kota yang saling bersinergi kedepannya, baik dari lingkungan, sosial, dan kebudayaan yang ada. 

  • Fokus Pembangunan Kota 

Pada tujuannya pembangunan ibukota negara baru ini fokusnya bukan hanya pada nilai investasinya saja. Tapi, ada beberapa kebutuhan dan tujuan yang harus benar-benar diperhatikan guna mencapai hasil yang diharapkan. IKN sendiri tidak ingin terjebak dan hanya pada pembangunan proyek semata. 

Tahapannya memang jauh lebih luas dan berupaya untuk membentuk negara dengan memperhatikan banyak bagian dari kotanya tersebut. Hal inilah yang membuat Investasi dalam IKN perlu diperhatikan dan tidak sembarangan dalam memutuskannya. Sehingga, fokusnya bukan hanya nominal investasi yang besar saja. 

Oleh karena itu, penekanannya sendiri mengacu pada pembangunan kota dan tidak hanya berfokus pada nilai investasinya tersebut, sehingga harus benar-benar harus diperhatikan. 

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai daftar dan fakta beberapa negara yang mengajukan investasi di IKN tersebut. Ada banyak permasalahan dan mundurnya investor dalam IKN, tapi sejauh ini terus melanjutkan pembangunan.